Sebagian orang lebih memilih minum air yang dimasak di banding air hasil teknologi penyaringan. Tapi tak sedikit orang yang lebih memilih praktisnya air hasil kemasan. Apa sebenarnya beda air yang dimasak dengan air hasil penyaringan.
METODE PENDIDIHAN
sejak dulu pendidihan air adalah cara yang banyak digunakan untuk membunuh mikro organisme dalam air. Kenyataanya,bila dilakukan dengan benar cara tersebut dapat membunuh bakteri,tapi masih ada beberapa zat2 racun yang masih tinggal di dalam air tersebut. Bakteri protozoa adalah yang pertamakali dibunuh dengan cara pendidihan ini. Namun kita masih membutuhkan waktu 3 menit untuk membunuh sisanya.
Kelemahan metode ini:
¤ membutuhkan bahan gas/minyak tanah dan peralatan masak,
¤ air tidak bisa langsung di minum,harus di dinginkan dahulu,
¤ air masih mengandung partikel,jadi masih di butuhkan penyaringan lebih lanjut karena metode ini tidak akan menghilangkan kandungan kimia (termasuk klorin), rasa yang tidak enak dan bau tidak sedap.
SECARA KIMIA
ada 2 bahan kimia utama yang digunakan untuk memurnikan air,yaitu IODINE dan KLORIN. Keduanya ringan,murah dan mudah di gunakan. Iodine mampu membunuh virus,bakteri, dan protozoa. Tapi smakin dingin air,semakin banyak waktu yang dibutuhkan untuk memurnikan iodine. Iodine juga dapat diserap oleh debu yang ditemukan secara alami dalam air,jadi kandungannya selalu bervariasi. Wanita hamil atau pun orang yang mengalami tiroid tidak baik mengonsumsi air dengan metode ini.
Iodine digunakan dalam jangka waktu pendek,hanya 3 bulan saja berturut turut. Banyak orang yang merasa kurang suka dengan bahan ini karena rasa akan menjadi tidak enak.
Klorin adalah bahan kimia penjernih air,metode pemurnian ini akan membentuk debu yang mengendap pada dasar air dan membuat air menjadi bening.
Kekurangan metode ini juga banyak. Jika penjernih sudah berumur lebih dari 6 bulan, penjernih tersebut tidak akan memiliki potensi yang cukup untuk membunuh mikro organisme. Klorin juga sangat beracun dan dalam dosis yang berlebih akan mengakibatkan penyakit kerusakan organ tubuh bahkan kematian.
Water Life IER
adalah metode pemurnian treatment, berbasis teknologi membran ultrafiltrasi yang menggunakan 8 tahap penyaringan dengan ukuran pori saringan 0,01 mikron,selain membunuh bakteri dan menyaring partikel partikel zat racun seperti karat,zat kimia pertanian,logam,deterjen,lumpur,dll. Teknologi yang seharga Rp. 5.300.000 dan sudah bisa d dapatkan d seluruh propinsi ini sangat mudah di operasikan,tinggal di hubungkan langsung dengan kran air di rumah.Kelebihan lain dari teknologi ini adalah: tiap air hasil penyaringannya memiliki pH netral,tidak berasa,tidak berwarna,tidak berbau,tidak mengandung logam berat,racun dan zat kimia berbahaya. Ukuran cluster molekul air sangat kecil sehingga mudah diserap tubuh. Merubah air pentagonal menjadi hexagonal,mengandung mineral2 penting seperti kalsium dan magnesium.
Nah, bagaimana dengan Anda? Sudah murnikah air yang Anda minum selama ini? Berani di uji? Saatnya menggunakan produk penyaringan air yang benar2 dapat menghasilkan kriteria air minum yang bersih dan sehat.
Minggu, 22 November 2009
Langganan:
Komentar (Atom)